IBTIKAR BULETIN EDISI 1: MENGHIDUPKAN JIWA DENGAN MEMBERI KEBAIKAN

Manusia perlu dikenalkan tentang tugas-tugas manusia pada hidupnya. Tentang bagaimana seharusnya ia bersikap pada alam, pada lingkungan sekitar, hubungan dengan sesama, hewan pohon, fasilitas umum, sekolah. Karena dunia sedang krisis tanggung jawab.

Manusia semakin tidak menegaskan posisinya sebagai manusia, karena peran yang dilakukannya bukan menjadi manusia. Tapi sebagai pengeruk keuntungan tanpa memikirkan akibat dan dosa; sebagai penikmat semua fasilitas bumi tanpa sadar ada yang harus dipertanggung jawabkan.

Semua salah kaprah saat pertama kali ia dikenalkan dengan dunia melalui cara yang salah. Ia dikenalkan untuk banyak mengambil hak tanpa disadarkan bahwa setiap hak itu bersanding dengan kewajiban.

Maka yang dipikirkan adalah “bagaimana saya menerima sebanyak mungkin”. Bukan “bagaimana agar saya memberikan sebanyak mungkin”.

اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى

Artinya: tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah.

(HR. Muslim no.1053 (124)

Al Quran memiliki konsep falsafah hidup yang benar-benar terang benderang, di surat Al Baqarah ayat 30 kita adalah sebagai khalifah. Isinya menghidupkan jiwa untuk tidak menuntut. Khalifah dalam arti yang mendasar;pengganti, pewaris, penata, pemimpin dan pemakmur. Konsep itulah yang membuat manusia harusnya sadar keberadaanya memberi manfaat bukan sebagai debu di tengah hamparan bumi.

Hidup sejati adalah yang memberi. Ya memberi kebaikan dan manfaat untuk orang lain.

Oleh: Angga Adi Prasetya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top