IBTIKAR BULETIN EDISI 22: MENJAGA LISAN

Sebagai seorang manusia yang merupakan ciptaan Allah SWT, kita diberikan karunia berupa keistimewaan yang berbeda dari makhluk yang lain. Keistimewaan itu berupa nikmat berbicara melalui lisan kita. Namun demikian kita tidak bisa sembarangan mengeluarkan kata kata melalui lisan kita, karena ucapan yang sudah keluar dari lisan kita bisa mendatangkan manfaat apabila yang disampaikan adalah hal hal yang baik dan berguna serta tidak menyakiti orang lain dan juga bisa mendatangkan mudhorat apabila yang disampaikan itu hal yang tidak baik dan menyinggung orang lain.Menjaga Lisan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu berkata yang baik atau kalau tidak mampu maka diam. Jadi diam kedudukannya lebih rendah dari berkata baik namun masih baik dibanding dengan perkataan yang tidak baik.Demikian betapa pentingnya kita untuk selalu menjaga lisan kita. Jangan sampai gara gara lisan kita yang tidak terjaga mengakibatkan hubungan kita dengan orang lain menjadi tidak harmonis. Semoga paparan di atas memberikan manfaat agar hidup kita di dunia menjadi lebih baik dan di akhirat terhindar dari api neraka. Semoga uraian yang sudah dipaparkan dapat memberikan manfaat. تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]

Penulis: Nia Rafika, S.Pd (Guru Kelas 3B)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top