MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS ANTIKORUPSI DI SEKOLAH

Melihat perkembangan dunia pendidikan dari dulu hingga sekarang, tentunya mengalami perubahan yang sangat pesat. Dunia pendidikan dahulu sering kali hanya berpusat kepada seorang pendidik. Sebaliknya, pada masa sekarang pendidikan tidak lepas dengan adanya peran peserta didik, sehingga pembelajaran lebih difokuskan kepada perkembangan peserta didik. Perkembangan yang dilihat tidak hanya dinilai dari perkembangan kognitif saja, namun perkembangan afektif dan psikomotor juga akan menjadi sebuah acuan penilaian untuk melihat peningkatan dan perkembangan mutu karakter peserta didik. Muatan karakter dalam dunia pendidikan telah dijabarkan melalui gerakan PPK atau Penguatan Pendidikan Karakter, yang di dalamnya memiliki 18 nilai karakter peserta didik. Sementara itu, karena semakin maraknya karakter-karakter yang menyimpang kepada hal yang buruk, seperti tindakan korupsi, maka dibuatlah revolusi karakter kesadaran dalam diri tentang pentingnya menumbuhkan rasa antikorupsi yang harus dipupuk sejak masa kanak-kanak. Maka dari itu, penting untuk pendidik mengenalkan nilai-nilai antikorupsi yang memuat 9 nilai ke dalam pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Memperkenalkan peserta didik melalui pengamalan, aturan moral, serta pembiasaan-pembiasaan sikap pada setiap proses pembelajaran di sekolah dapat mempengaruhi seseorang agar tercipta generasi yang mempunyai moral serta perilaku pribadi yang lebih baik. 

Melalui proses pembelajaran, pengelolaan kelas serta administrasi yang tepat, dapat dijadikan senjata bagi pendidik untuk menunjang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang aktif dan menarik. Salah satu bentuk pengelolaan administrasi, yang di dalamnya memiliki susunan atau cakupan untuk mendukung tercapainya pengembangan karakter antikorupsi dalam pembelajaran, diperlukan adanya penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat beberapa nilai karakter antikorupsi. Nilai-nilai tersebut dapat dimasukkan ke dalam sintaks atau langkah-langkah pembelajaran, yang nantinya akan dapat dinilai sesuai dengan perkembangan peserta didik. Penambahan nilai-nilai karakter tersebut, dapat dijadikan sebagai acuan guru untuk melihat keaktifan dan pengamalan sikap antikorupsi peserta didik dalam setiap melakukan pembelajaran. Maka dari itu, adapun contoh penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang disesuaikan dengan muatan karakter antikorupsi. (RPP terlampir).

Merujuk pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dilakukan di SD Muhammadiyah 1 Malang, pada kelas empat semester 1, dengan materi pokok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan SBdP. Hasil rencana pembelajaran menunjukkan adanya muatan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, serta langkah-langkah pembelajaran yang telah disesuaikan dengan sasaran karakteristik peserta didik, yang dilihat dari perkembangan, gaya belajar, serta kebutuhan peserta didik. Pada langkah-langkah pembelajaran, menunjukkan adanya deskripsi kegiatan yang mengandung pendekatan saintifik, nilai-nilai penguatan pendidikan karakter (PPK), dan pengimplementasian pendidikan antikorupsi (PAK). Sesuai dengan namanya, pendidikan antikorupsi dibuat untuk membentuk dan mengembangkan karakter peserta didik tentang pentingnya kesadaran akan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan sekolah. Minimnya kesadaran tentang nilai-nilai antikorupsi, membuat generasi muda lalai akan moral, serta karakter yang buruk. Terbukti pada khasus-khasus yang seringkali terjadi di lingkungan sekolah, seperti tidak mematuhi peraturan sekolah, keterlambatan siswa dan guru, serta tidak mengerjakan tugas dengan tepat waktu. Berkaitan dengan hal tersebut, maka nilai-nilai antikorupsi dimuat ke dalam pembelajaran yang diimplementasikan melalui kegiatan mata pelajaran yang diajarkan.

Setiap langkah-langkah pembelajaran telah memuat tentang nilai-nilai antikorupsi, yaitu kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kemandirian, disiplin, kerja keras, dan keberanian. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai-nilai antikorupsi pada langkah pembelajaran sebagai berikut:

Langkah PembelajaranNilai PAKKeterangan
Siswa diberi stimulus untuk menjawab pertanyaan yang ada kaitannya dengan kompetensi yang akan dipelajari dengan keadaan sekitar.Guru bersama peserta didik melakukan refleksi terhadap proses kegiatan yang sudah dilaksanakanKejujuranMemberikan stimulus dan melakukan refleksi dapat memberikan efek postif bagi peserta didik. mengenali kejujuran dari kegiatan tanya jawab, guru akan mengetahui pemahaman peserta didik sebelum dan sesudah pelajaran. Peserta didik akan berkata benar dan relevan sesuai dengan apa yang dilihat dan didengarnya.
Siswa menyiapkan bahan-bahan yang sudah dibawa dari rumah.Tanggung jawabPeserta didik diberikan tanggung jawab untuk membawa tugas yang telah ditugaskan. Peserta didik akan lebih berhati-hati dalam perbuatannya, dapat disiplin, dan dapat menerima konsekuensi jika peserta didik lalai dalam tugasnya.
Peserta didik diberikan motivasi belajar secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.KepedulianKegiatan pemberian motivasi dari guru ke peserta didik dapat memupuk rasa kepedulian dan memunculkan rasa kasih sayang, serta dapat memberikan kepuasan batin pada kedua pihak. 
Guru menyiapkan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran .Masing-masing kelompok membuat bunga yang diajarkan guru lewat tutorial video di layar proyektor.Masing-masing peserta didik dalam kelompok membuat satu bunga dari gelas plastikKemandirianPada langkah kegiatan di samping, terbukti dengan adanya langkah awal menyiapkan pembelajaran, hingga individu dari masing-masing membuat sebuah prakarya, dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mencerminkan karakter kemandirian. Masing-masing pihak memiliki inisiatif untuk bertindak. Sehingga tidak bergantung kepada orang lain, dan memupuk rasa percaya diri.
Guru mengecek kehadiran peserta didikGuru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai, yaitu tentang pentingnya mengurangi sampah untuk keseimbangan lingkungan.Siswa berkumpul dengan kelompok yang sudah di tentukan.DisiplinAdanya pengecekan kehadiran, penjelasan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik, dan mematuhi segala ketetapan, diharapkan peserta didik mampu untuk mendisplinkan dirinya tentang bagaimana cara menghargai waktu, konsisten, dan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku.
Setiap anak dalam kelompok membuat satu bunga dari gelas plastikKerja kerasPeserta didik diajarkan untuk ikut serta melakukan penugasan yang ada di kelas, sehingga nantinya akan terlihat produktivitas dari masing-masing individu.
Siswa berkumpul dengan kelompok yang sudah di tentukan.KeberanianPembiasaan kegiatan penugasaan secara kerja kelompok, dapat meningkatkan keberanian, dan mampu untuk menyampaikan pendapat di dalam sebuah tim atau kelompok belajar.

Kesesuaian sasaran yang sesuai dengan karakter peserta didik dapat memberi ruang untuk lebih mengembangkan nilai-nilai antikorupsi dengan maksimal. Pasalnya, pembiasaan nilai-nilai tersebut, dapat diterapkan di mana saja dan kapan saja terlebih lagi di sekolah. Adanya komponen lain, seperti pendekatan, metode pembelajaran, sumber belajar, serta media pembelajaran relevan dan inspiratif yang ada di dalam RPP  dapat menunjang peningkatan mutu karakter peserta didik. Berdasarkan nilai-nilai antikorupsi yang telah dimunculkan dalam kegiatan pembelajaran, maka penekanan nilai antikorupsi harus dilaksanakan guru di semua kegiatan pembelajaran, dan pentingnya menanamkan nilai antikorupsi pada peserta didik yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang bermoral dan taat hukum.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top