Sejarah

“Semua ada masanya” ungkapan yang sudah tidak asing di telinga kita dan telah membentuk paradigma berfikir bahwa semua akan berakhir jika masanya telah tiba. Namun kalimat ini nampaknya masih jauh jika disandarkan kepada SD Muhammadiyah I Malang yang sejak 1927 atau tepatnya 87 tahun lalu hingga kini masih berdiri kokoh dan terus melahirkan generasi-generasi cerdas tidak hanya pada intelektual tetapi juga sosial dan spiritualnya.

Mungkin sudah menjadi ciri kerja ikhlas tokoh-tokoh awal Muhammadiyah yang tidak memikirkan pendokumentasian sehingga untuk mencari data/dokumen tentang pendirian lembaga ataupun kepemilikan tanah mengalami pasang surut untuk mendapatkannya. Jawaban singkat yang sering kita dengar adalah dulu diwakafkan dengan ikhlas tanpa ada pembukuan karena benar-benar ibadah. 

Pada Piagam Pendirian Perguruan Muhammadiyah, No. 1347/I.1/JTM_27/1978, walaupun pada piagam ini tanggal dan bulan tidak disebutkan tetapi jika membaca sejarah resminya Muhammadiyah di Malang di mulai pada 1 Juli 1927 (http://malang.muhammadiyah.or.id/) maka SD Muhammadiyah I Malang diperkirakan berdiri tidak jauh dari bulan sejak resminya Muhammadiyah di Malang.

Piagam Pendirian Perguruan Muhammadiyah tidak berbeda dengan SK yang dikeluarkan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Daerah, Nomor : 421.207.1/78/112.04/1991. Tentang Penetapan Lembaga dan Nomorisasi Sekolah Dasar Swasta di Kota Madya Malang. Pada SK ini SD Muhammadiyah I Malang hanya disebutkan didirikan tahun 1927 tanpa keterangan tanggal dan bulan.

Peran Penting Tokoh dalam Memajukan SD Muhammadiyah 1 Kota Malang

SD Muhammadiyah 1 Malang mempunyai letak yang strategis berada di jalan utama transportasi dan pusat Kota Malang yaitu jalan Kawi Nomor 7 Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen Kota Malang. Dalam perjalanan sejarah SD Muhammadiyah I Malang yang berdiri di atas lahan seluas  1400 m2  ini tercatat pernah menjadi sekolah satu atap, namun kemudian karena beberapa pertimbangan kedua sekolah ini dipecah oleh PCM Klojen pada tahun 1993. 

Sejak terpisahnya SD Muhammadiyah 4 yang saat ini berada di Jl. Sudirman No. 19 Malang, SD Muhammadiyah I terus berkembang yang dimulai dari kepemimpinan bapak Drs. Arif, tidak banyak data yang dapat digali pada masa beliau tetapi cukup menggambarkan bahwa SD Muhammadiyah I Malang belum memperlihatkan diri sebagai sekolah yang diperhitungkan. Kepemimpinan selanjutnya oleh Bapak Drs. Syamsul Arifin, pada masa ini SD Muhammadiyah I Malang masih pada tataran konsep belum mampu bergerak secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh lemahnya sekolah dalam mencari jaringan dan sumber dana sehingga konsep yang senantiasa disampaikan hanya pada tataran rencana.

SD Muhammadiyah I Malang mulai dipandang oleh masyarakat sejak dilakukan pendampingan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2000, pada saat itu SD Muhammadiyah I Malang dipercayakan oleh UMM kepada bapak Drs. Jarot Sugiyono, M.Si. pada masa beliau lah SD Muhammadiyah I Malang mulai banyak melakukan perubahan. Dalam hal pembinaan peserta didik misalnya selain menggiatkan pembelajaran di kelas beliau juga membentuk team Drum band yang kemudian menjadi salah satu ciri menonjol SD Muhammadiyah I Malang hingga saat ini. Selain itu, pada tataran guru dan karyawan beliau banyak fokus pada penguatan team work yang kemudian memunculkan istilah “Revitalisasi Spirit”.

Setelah kepemimpinan bapak Jarot, SD Muhammadiyah I kemudian dipimpin oleh ibu Dra. Ribut Wahyu Eriyanti, M,Si, M.Pd. kepemimpinan beliau tidak jauh berbeda dengan bapak Jarot, pada masa beliu beragam terobosan pun dilakukan bahkan pada masa beliaulah untuk pertama kalinya SD Muhammadiyah I Malang ikut akreditasi dan mendapatkan nilai A. selain mengantarkan sekolah berakreditasi A beliau juga melakukan penguatan pada manajemen sekolah yang kemudian hasilnya mengantarkan sekolah menjadi icon penghijauan di Kota Malang.  Saat itu, di bawah pengarahan bapak Lulus Marwito sekolah membangun taman sayur organik yang setiap panennya mampu menghasilkan 17 kg/bulan yang hasilnya kemudian dipasarkan ke orang tua peserta didik. Sayangnya, sayur organik yang menjadi icon sekolah harus berhenti karena pembangunan ruang yang harus dilakukan.

Setelah kepemimpinan ibu Ribut berakhir tahun 2008, kepemimpinan SD Muhammadiyah I Malang kemudian dilanjutkan oleh ibu Dra. Tuti Kusniarti, M,Si, M.Pd. Pada masa beliau, SD Muhammadiyah I Malang lebih banyak fokus pada pembangunan fisik. sekolah yang awalnya hanya memiliki beberapa ruang, di masa beliau direnovasi dengan cara bangunan A yang awalnya 1 lantai ditingkat menjadi bangunan 3 lantai dan bangunan B ditingkat menjadi bangunan 2 lantai.

Selain pembangunan fisik, beberapa kerjasama juga dilakukan, salah satunya kerjasama dengan YKDK (Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Jakarta) dalam bentuk bantuan kelengkapan perpustakaan. bentuk bantuan yang telah diberikan berupa meja kecil untuk belajar di perpustakaan, + 300 buah buku bacaan, dan 2 buah komputer.

Selama 6 tahun masa kepemimpinan beliau  beberapa prestasi berhasil ditorehkan, baik prestasi yang berhubungan dengan siswa maupun prestasi sekolah. salah satunya adalah berhasil mempertahankan Akreditasi A, mengantarkan sekolah pada peringkat 1 lomba gugus tingkat kota Malang tahun 2009 dan beberapa prestasi lain yang akan dijelaskan pada point prestasi sekolah. 

Puji syukur atas izin Allah SWT, Sekolah SD Muhammadiyah 1 Kota Malang hingga kini telah meluluskan siswa-siswi yang mempunyai daya saing atas bakat dan kompetensi yang dimiliki masing-masing. Usaha keras yang tidak mengenal lelah dari berbagai pihak mampu membawa SD Muhammadiyah 1 Kota Malang menjadi sekolah yang unggul, baik dari segi akademik maupun non-akademik, dan menciptakan sekolah yang mampu bersaing pada bidang keagamaan dan teknologi. 

Scroll to Top