TINGKATKAN MINAT BACA TULIS ANAK, SD MUHAMMADIYAH 1 MALANG GELAR ACARA LITERASI

“Orang boleh setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja dalam keabadian” – Pramoedya Ananta Toer

Begitulah tutur kata yang disampaikan oleh sastrawan besar Indonesia, yang lebih akrab disapa Pram.  Sastrawan yang menetapkan dirinya sebagai penulis, serta dapat menghasilkan karya-karya besar melalui puisi, cerpen, novel, dan artikel pada masanya. Menilik kisah yang dimiliki oleh Pram dalam dunia literasi, seharusnya dapat menjadikan acuan bagi kita untuk mulai menyukai membaca serta menulis. Tingkat literasi Indonesia tak akan pernah luput dari pandangan, karena dalam hal ini berkaitan dengan kemajuan serta perkembangan pengetahuan masyarakat. Hasil survei yang diterbitkan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019, menuturkan bahwa Indonesia menduduki peringkat 62 dari 70 negara dengan tingkat literasi yang rendah di dunia. Peringkat tersebut dipicu karena adanya rasa tidak ketertarikan masyarakat untuk membangun kebiasaan membaca, menciptakan suatu tulisan yang muncul dari pikirannya, dan lebih memilih untuk melihat serta mendengarkan melalui alat audio visual. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya daya saing yang dimiliki masyarakat, dan kurangnya wawasan dalam berinovasi dengan suatu karya. Maka dari itu, perlu adanya aksi untuk mendukung gerakan literasi yang dapat membangkitkan daya kognitif membaca hingga mengkreasikan dan menciptakan suatu karya tulisan.

Pada tanggal 12 dan 19 November 2021, SD Muhammadiyah 1 berkesempatan membawa siswa-siswi kelas 6 untuk mengikuti acara gerakan literasi, yang diselenggarakan di aula SD Muhammadiyah 1 Malang. Acara berlangsung selama dua jam di setiap minggunya, yang dibimbing oleh Bapak Supriyanto, S.PdI, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Malang. 

Pertemuan awal tanggal 12 November 2021, beliau banyak menuturkan tentang pentingnya literasi yang harus dimulai dari dini untuk dapat meningkatkan kemampuan berbahasa yang akan dituangkan ke dalam tulisan. Siswa-siswi diarahkan untuk gemar membaca buku apapun untuk mendapatkan ide-ide baru, serta ilmu pengetahuan. 

“Kegiatan membaca dan menulis adalah kegiatan yang mulia, karena kegiatan tersebut unik, yang dapat membawa diri kita untuk lebih kritis dalam berpikir, dan ikhlas dalam pengamalan ilmu baru. “ – tutur beliau.

Sementara itu, pertemuan kedua pada tanggal 19 November 2021, siswa-siswi dihimbau untuk mulai menulis tentang kenangan-kenangan selama berada di sekolah.  Bapak Supriyanto, S.PdI, M.Pd. mengatakan bahwa menulis bisa dimulai dari mana saja, dan kapan saja. Maka dari itu, jangan ragu-ragu untuk mulai menulis sesuatu. Apa yang ada di dalam pikiran, cobalah untuk tuangkan ke dalam tulisan. Bacalah beberapa kali tulisanmu, sehingga itu dapat memicu semangatmu untuk menulis lebih lanjut. 

Melalui karya tulis siswa-siswi kelas 6, akan ditindak lanjuti dengan pembuatan buku cerita tentang kenangan-kenangan selama berada di sekolah. Adanya pembuatan buku yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, diharapkan siswa mampu untuk menciptakan karya-karya baru, sehingga kemampuan literasi yang dimiliki setiap individu siswa semakin meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top