Menyemai Karakter di Ujung Sekolah Dasar – Catatan dari Final Camp Kelas VI SD Muhammadiyah 1

Penulis: Angga Adi Prasetya, M.Pd.

Malang, SD Mutu Kawi – Pendidikan sejati tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Ada saat-saat tertentu ketika pembelajaran justru menemukan maknanya di luar tembok sekolah di ruang sunyi, di alam terbuka, dan dalam perenungan yang jujur. Bagi siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 (SD Mutu), momen itu hadir melalui kegiatan Final Camp 6 yang dilaksanakan pada 15–16 Januari 2026 di Dusun Sahabat Alam.

Final Camp bukan sekadar agenda penutup masa belajar di sekolah dasar. Ia dirancang sebagai ruang transisi: dari fase kanak-kanak menuju masa remaja awal, dari ketergantungan menuju tanggung jawab, dari kebiasaan dibimbing menuju kesiapan memilih sikap. Tema yang diusung, “Menutup Perjalanan, Menyongsong Masa Depan dengan Iman dan Akhlak,” mencerminkan orientasi pendidikan Muhammadiyah yang tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi menekankan pembentukan karakter.

Selama dua hari satu malam, alam menjadi medium pendidikan. Para siswa belajar hidup sederhana di tenda, mengelola kebutuhan pribadi, serta menjaga kebersamaan. Aktivitas awal berupa mendirikan tenda, membersihkan lingkungan, dan menata perlengkapan menjadi latihan konkret tentang disiplin dan tanggung jawab—nilai yang sering kali lebih efektif dipelajari melalui pengalaman langsung daripada penjelasan teoritis.

Beragam kegiatan kebersamaan seperti jelajah alam dan permainan kelompok dirancang untuk menumbuhkan kerja sama dan empati. Anak-anak diajak memahami bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kecepatan atau kekuatan individu, melainkan oleh kepedulian dan kemampuan bekerja bersama. Dalam konteks ini, alam mengajarkan kesadaran sosial secara alami dan membumi.

Memasuki sesi materi, suasana dibuat lebih reflektif. Melalui tema “Aku, Diriku, dan Tanggung Jawabku,” siswa diajak melakukan evaluasi diri atas sikap dan perilaku selama enam tahun menempuh pendidikan dasar. Sesi berikutnya, “Menjadi Pelajar Muslim Tangguh dan Berkarakter,” mengarahkan pandangan mereka ke masa depan—bahwa jenjang pendidikan selanjutnya bukan hanya soal naik tingkat, tetapi juga tuntutan kemandirian dan kedewasaan sikap.

Malam hari menjadi titik emosional kegiatan. Dalam suasana api unggun dan muhasabah bersama yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Rizka Silvia, S.PdI., M.Pd., anak-anak diajak menyelami perjalanan batin mereka. Tangis dan keheningan menjadi bagian dari proses belajar. Mereka diingatkan tentang jasa orang tua dan guru, serta pentingnya keberanian untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf sebagai bentuk kedewasaan.

Rangkaian malam refleksi dilanjutkan dengan doa bersama setelah penguatan motivasi, dipimpin oleh guru Pendidikan Agama Islam, Saiful Anwar, S.Pd.I. Doa-doa yang dipanjatkan menjadi simbol penyerahan diri dan harapan agar langkah ke depan ditempuh dengan iman yang lebih kokoh.

Dini hari Jumat, peserta dibangunkan untuk melaksanakan shalat tahajud. Dalam udara dingin Sahabat Alam, shalat Subuh berjamaah dan tadabbur alam menjadi penutup yang sarat makna. Keheningan pagi menghadirkan kesadaran bahwa spiritualitas sering tumbuh dalam kesunyian, bukan dalam keramaian.

Pada pagi hari, siswa diminta menulis surat untuk orang tua dan untuk diri mereka sendiri. Surat-surat itu bukan sekadar tugas literasi, melainkan bentuk komitmen personal—tentang perubahan sikap, cita-cita, dan tekad untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.

Final Camp 6 ditutup tanpa gegap gempita. Tidak ada perayaan berlebihan. Yang dibawa pulang para siswa bukanlah kenangan seremonial, melainkan pengalaman batin yang mendalam. Mereka belajar bahwa menjadi besar bukan soal bertambahnya usia, tetapi kesiapan memikul amanah.

Dalam tradisi Islam dikenal ungkapan, syubbānul yaum rijālul ghad—pemuda hari ini adalah pemimpin esok hari. Ungkapan itu menemukan relevansinya di Final Camp ini. Dari tenda-tenda sederhana di Sahabat Alam, pendidikan karakter ditanamkan agar kelak tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman, berakhlak, dan siap memberi manfaat bagi sesama.

Scroll to Top
Information Terbaru

Registration for PPDB 2026 - 2027​

SD Mutukawi 1 Malang telah Membuka pendaftaran PPDB untuk putra dan putri.