IBTIKAR BULETIN EDISI 13: BERBAIK SANGKA KEPADA TEMAN

Berbaik sangka kepada sesama teman akan menguatkan persaudaraan dan melahirkan perilaku-perilaku yang baik. Dan sebaliknya berburuk sangka kepada sesama teman manusia akan menyebabkan rusaknya hubungan persaudaraan dan mendorong dirinya untuk melakukan sikap-sikap yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan jahat lainnya yang dilarang oleh syariat

Bahkan berburuk sangka kepada sesama manusia termasuk perbuatan dosa. Oleh karena itu, Allah melarang orang-orang beriman dari berburuk sangka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.” …….(QS. Al-Hujurat: 12)

As-Sa’di berkata dalam kitab tafsirnya, “Allah melarang dari banyak berprasangka buruk terhadap orang-orang beriman, karena sebagian prasangka itu adalah dosa, seperti prasangka yang tidak sesuai dengan hakikat sebenarnya dan tidak disertai adanya indikasi-indikasi yang mengarah kepadanya, yaitu prasangka buruk yang disertai perkataan-perkataan maupun perbuatan-perbuatan haram.

Karena keberadaan buruk sangka dalam hatinya tidak hanya sebatas itu, bahkan pelakunya akan senantiasa berburuk sangka sampai ia mengatakan apa yang seharusnya ia katakan dan melakukan apa yang seharusnya ia lakukan yang bersumber dari hatinya. Di samping itu, ia akan semakin berburuk sangka kepada seorang muslim, membenci dan memusuhinya, padahal ia diperintahkan untuk melakukan kebalikannya, yaitu berbaik sangka.” (Tafsir As-Sa’di, hal 801)

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir mengutip sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَنَافَسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانً

“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan. Dan janganlah kalian saling mencari kejelekan orang lain, saling mendengki, saling membenci dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim no. 670)

Umar bin Khattab pernah berkata, “Janganlah kalian berprasangka terhadap kalimat yang diucapkan oleh saudaramu sesama muslim melainkan prasangka yang baik, dan hendaknya kalian membawa perkataan itu kepada prasangka yang baik.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7/377)

Maka dari itu jadikanlah hati kita sehat dan tenang dengan banyak berbaik sangka kepada sesama teman. Wallahu a’lam bishawab

Oleh: Sri Murtini, S.E, S.Pd

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top