IBTIKAR BULETIN EDISI 16: Mawas diri

Mawas diri merupakan sikap yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Mawas diri terhadap sendiri merupakan hal yang sangat penting, nengawasi dan memperhatikan aib atau kesalahan pada diri sendiri, tidak mengawasi aib orang lain, lalu berusaha maksimal memperbaikinya adalah pangkal atau sumber keberuntungan. Kanjeng Nabi Muhammad saw bersabda:

طُوْبَى لِمَنْ شَغَلَهُ عَيْبُهُ عَنْ عُيُوْبِ النَّاسِ. (رواه البزار)

“Sungguh beruntung orang yang disibukkan oleh aibnya daripada (sibuk) dengan aib orang lain.” HR. Al-Bazzar

Dalam rangka mawas diri, Ada pesan sederhana nan indah penuh makna yang disampaikan Sayyidina Ali karramallahu wajhah,

 dalam kitab Nashaihul Ibad karya Ibnu Hajar al-Asqalani

كُنْ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرَ النَّاسِ وَكُنْ عِنْدَ النَّفْسِ شَرَّ النَّاسِ وَكُنْ عِنْدَ النَّاسِ رَجُلًا مِنَ النَّاسِ

“Jadilah manusia paling baik di sisi Allah, dan jadilah manusia paling jelek dalam pandangan dirimu, serta jadilah manusia biasa di hadapan orang lain”.

Pesan ini memberikan arahan yang sangat luar biasa bagi umat Islam dalam mengarungi kehidupan ini agar terus memperbaiki diri, menghargai dan tidak meremehkan orang lain, demi memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Oleh: Agustina, S.Pd., M.Pd

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top